Thursday , 28 August 2014
You are here: Home » Gaya Hidup » 6 Kesalahan Bahasa Tubuh yang Kerap Dilakukan Saat Wawancara Kerja

6 Kesalahan Bahasa Tubuh yang Kerap Dilakukan Saat Wawancara Kerja

Pencari kerja biasanya akan berusaha keras untuk mempersiapkan diri dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan saat wawancara kerja. Bahasa yang baik, jawaban yang cerdas, hingga pertanyaan ke pewawancara yang tepat guna. Namun, sayangnya, ada satu hal penting yang kerap terlupakan dan berpotensi menggagalkan wawancara kerja, yakni bahasa tubuh.

Menurut pendiri firma manajemen sumber daya manusia CAI, Bruce Clarke, sebagaimana dikutip dari Business Insider, Senin (8/7), cara terbaik untuk menjadi salah satu kandidat yang paling diingat pewawancara adalah dengan menggunakan tanda-tanda nonverbal selama wawancara, untuk menunjukkan Anda benar-benar terikat secara fisik dan emosional.

Berikut bahasa tubuh yang perlu diperhatikan:

Kontak Mata
Adalah hal penting untuk melakukan kontak mata dengan orang yang sedang diajak bicara. Ini menunjukkan keseriusan dan penghormatan kepada lawan bicara. Namun, ada batasannya. Terlalu banyak atau terlalu tajam menatap mata pewawancara kerja bisa dianggap sebagai pribadi yang kelewat agresif dan tidak pantas, sebaliknya, jarang menatap mata bisa dianggap ada yang ditutupi atau berbohong.

Dalam bukunya yang berjudul “301 Smart Answers to Tough Interview Questions”, Vicky Oliver mengatakan, kontak mata terbaik saat wawancara kerja adalah menjaga tatapan ke mata pewawancara secukupnya, bukan berarti menatap matanya sepanjang wawancara kerja. Selama wawancara kerja, Anda sebaiknya bisa tahu apa warna matanya, tetapi perlu pula untuk memalingkan mata sesekali saat si pewawancara menatap Anda.

Memutarkan Bola Mata

Kontak mata adalah hal yang baik asalkan dijaga kepantasannya. Namun, hal yang pasti buruk untuk dilakukan saat wawancara kerja adalah memutarkan bola mata. Tanpa sadar, banyak orang yang memutarkan bola matanya saat tidak setuju dengan pendapat orang lain atau merasa cara pandang orang lain terdengar konyol. Penting untuk diingat, pernyataan yang kedengarannya konyol dari seorang pewawancara kerja bisa saja merupakan tes untuk melihat ekspresi tingkat hormat Anda kepadanya. Hal yang pasti, jangan memutarkan bola mata yang mengesankan kesombongan saat bicara kepada pewawancara.

Postur Tubuh

Selama wawancara kerja, upayakan untuk duduk dengan tegak dan rapi menghadapkan kaki dan dada ke pewawancara. Dengan melakukan ini, Anda memberi kesan ketertarikan kepada perbincangan. Upayakan tidak membungkuk -untuk menunjukkan rasa hormat- dan tidak duduk kelewat tegak -yang mengesankan keangkuhan dan tegang-.

Jabat Tangan
Sama seperti kontak mata, jabat tangan juga bisa menjadi salah satu indikator yang digunakan pewawancara dalam menilai sikap Anda. Ada beberapa tipe jabat tangan yang sebaiknya dihindari, yakni yang kelewat kuat sehingga menyakiti lawan jabat tangan atau yang seperti ikan mati –tak ada peluk telapak dan seperti lemas.

Mengetuk-ngetukkan Jari atau Kaki

Kebiasaan mengetuk-ngetukkan jari atau kaki selama wawancara kerja bisa membuat Anda dinilai sebagai orang yang tak sabaran atau berkesan sombong –karena kesannya ingin cepat melakukan hal lain di tempat lain.

Suara
Nada dan intonasi suara juga berperan penting dalam menentukan kesuksesan wawancara. Intonasi yang terlalu datar akan menunjukkan kesan tak tertarik, sementara pengulangan penggunaan kata-kata informal, seperti “kayak” atau “mmm” atau “ah” bisa memberi kesan-kesan negatif yang menunjukkan Anda tak terlalu siap untuk wawancara.

Sumber
(flo/flo)



Scroll To Top